Pemerintah Kabupaten Nagekeo kembali menggelar Festival One Be Tahun 2024 sebagai bagian dari strategi promosi pariwisata daerah dan penguatan ekonomi berbasis budaya serta kearifan lokal. Festival ini resmi dibuka di Lapangan Berdikari Mbay dan menjadi penanda kebangkitan sektor pariwisata Nagekeo.
Pembukaan festival diawali dengan parade budaya yang melibatkan peserta dari tujuh kecamatan di Kabupaten Nagekeo. Atraksi budaya tersebut menampilkan kekayaan tradisi, ritual adat, serta identitas kampung yang menjadi sumber utama daya tarik wisata daerah. Parade budaya ini disaksikan langsung oleh jajaran pemerintah daerah, perwakilan Pemerintah Provinsi NTT, serta masyarakat.
Penjabat Bupati Nagekeo Raimundus Nggajo sebelumnya menegaskan bahwa pariwisata Nagekeo terus menunjukkan perkembangan positif seiring semakin dikenalnya potensi wisata alam, budaya, dan kearifan lokal. Menurutnya, pariwisata bukan sekadar sektor hiburan, melainkan industri yang mampu mendorong pergerakan wisatawan dan mempercepat perputaran ekonomi masyarakat.
“Pariwisata harus dikemas secara kreatif dan berkelanjutan. Penyelenggaraan event daerah seperti Festival One Be merupakan cara konkret untuk menghadirkan pengalaman wisata sekaligus menggerakkan ekonomi warga,” ujar Raimundus dalam rapat koordinasi persiapan festival.
Festival One Be 2024 digelar selama tiga hari dan mengusung tema “The Revival of Village” atau kebangkitan kampung. Tema ini menekankan pentingnya peran desa sebagai pusat budaya, tradisi, dan sumber utama atraksi pariwisata di Kabupaten Nagekeo.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Nagekeo, Silvester Teda Sada, menjelaskan bahwa festival ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kunjungan wisata, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memenuhi syarat kurasi Kharisma Event Nusantara (KEN) oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI. Sesuai ketentuan, event harus digelar secara berkelanjutan selama tiga tahun berturut-turut.
“Tahun 2024 ini merupakan tahun kedua penyelenggaraan Festival One Be. Selain dukungan APBD dan sponsor lokal, tahun ini festival juga mulai mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi NTT melalui Dana Tugas Pembantuan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Provinsi NTT Alfonsius Arakian menilai Festival One Be sebagai tanda kebangkitan pariwisata Kabupaten Nagekeo. Ia mengapresiasi komitmen pemerintah daerah dalam mengangkat potensi budaya dan kampung sebagai kekuatan utama pengembangan pariwisata.
Selain parade budaya, Festival One Be 2024 juga diramaikan dengan Nagekeo Ethno Carnival, Nagekeo Creative Expo berupa pameran dan bazar UMKM, panggung hiburan rakyat, serta agenda wisata edukasi alam seperti kunjungan ke pantai, savana, berkuda di Kampung Kawa, hingga tur ke Pulau Kinde.
Pemerintah daerah berharap Festival One Be tidak hanya menjadi agenda hiburan tahunan, tetapi juga mampu menciptakan ruang ekspresi bagi pelaku seni dan generasi muda, memperkuat UMKM lokal, serta memberikan dampak nyata terhadap peningkatan ekonomi dan citra pariwisata Kabupaten Nagekeo di tingkat regional maupun nasional.
(Dimensi Indonesia)

