

Previous
Next
Mbay pariwisata.nagekeokab.go.id Nagekeo, Program Peningkatan SDM Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam pemasaran pariwisata berbasis teknologi informasi dan komunikasi sangatlah penting di era digitalisasi saat ini. Pemerintah Kabupaten Nagekeo oleh Dinas Pariwisata sebelumnya telah menyelengggarakan kegiatan Pelatihan Digitalisasi, Branding Pemasaran dan Penjualan pada Desa Wisata, Daya Tarik Wisata, Homestay, Pondok Wisata, Souvenir/Cinderamata dan Kuliner, Fotografi guna penguatan SDM.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupeten Nagekeo berlangsung di Kampung Wisata Pajoreja, Desa Ululoga. Dalam sambutannya menyampaikan bahwa dengan adanya pelatihan ini dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor pariwisata dan juga saya berharap ilmu yang diberikan selama 4 hari ini akan menjadi hal yang bermanfaat bagi dunia pariwisata kedepan.
Selaku Kepala Dinas, Bapak Silvester Teda Sada juga menyampaikan pandangannya yakni “ Keberadaan Dinas Pariwisata adalah untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan. Maka dari itu dinas menyelenggarakan pelatihan Digitalisasi, Branding Pemasaran dan Penjualan pada Desa Wisata, Daya Tarik Wisata, Homestay, Pondok Wisata, Souvenir/ Cinderamata dan Kuliner, Fotografi dengan maksud agar peserta bisa punya ketrampilan untuk bermain di dunia digital, memasarkan dan mempromosikan potensi daya tarik wisata di daerah ini ke luar.
Kegiatan berlangsung selama 4 hari pada 28 sampai 31 Oktober lalu itu dilakukan dengan metode pengajaran dan praktik, yang diselenggarakan di Kampung Wisata Pajoreja, Desa Ululoga, Kabupaten Nagekeo. Praktek lapangan berlokasi di Daya Tarik Wisata Pantai Enagera, rumah – rumah Ekraf. Selain dilatih cara – cara membuat konten, peserta juga secara tidak langsung belajar membuat jajanan khas Ululoga seperti stik Pala, Sirup Pala. Pelatihan ini diikuti 25 peserta yang diambil dari unsur Kelompok Sadar Wisata, pemilik homestay, pelaku kriya wastra dan pelaku kuliner yang berdomisili di Kabupaten Nagekeo dan diisi pemateri dari praktisi pemasaran digital, unsur fotografi dan konten creator.
Adapun narasumber yang dihadirkan dalam pelatihan ini berjumlah 2 orang yang berasal dari praktisi pemasaran digital Fotografer, Travel Jurnalist/ dan sekaligus konten kreator. Narasumber dimaksud adalah Karolus Naga selaku Fotografer dan Barista (Peracik Kopi) dan Valentino Luis sebagai Travel Jurnalist/ Writer pada perusahaan penerbangan.
Selama pelatihan peserta memperoleh materi: Digital dalam Memajukan Pariwisata Berdaya Saing, Fotografi untuk Promosi Digital, Bahan Promosi yang Efektif dalam Promosi Digital, Materi Praktik/ Latihan : Pemasaran Digital dalam Pariwisata. Selain pemaparan materi peserta juga dilatih untuk mengimplementasikan materi di lokasi obyek wisata atau di rumah – rumah produksi kuliner. Peserta dilatih cara membuat konten promosi secara singkat dengan memperhatikan beberapa unsur yakni durasi, hastag yang menarik serta konsistensi. Fotografi sangat penting karena foto merupakan ujung tombak dari promosi pariwisata, apa yang bisa di branding, dipasarkan atau dipamerkan tanpa foto menjadi promosi yang tidak bernilai jual. Langkah awal yang bisa dimulai yakni kuasai alatnya maka itu peserta juga dijelaskan dan dilatih mengenai teknik pengambilan foto.
Seiring kemajuan teknologi, pengelolaan kepariwisataan harus diimbangi dengan digitalisasi, sehingga kegiatan ini sangat penting dalam peningkatan pengetahuan dan motivasi bagi pelaku pariwisata khususnya pokdarwis mengelola destinasi dan daya tarik wisata yang berdaya saing.
Digitalisasi akan sangat berguna untuk kegiatan pemasaran digital jika dimanfaatkan dengan baik dan terstruktur. Akan tetapi banyak pelaku – pelaku daya tarik wisata yang belum dapat mengoptimalkan penggunaan teknologi dan internet dari segi pemasaran digital destinasi wisata. “Oleh sebab itu dibutuhkan pelatihan atau bimbingan teknis (Bimtek) yang mampu memberikan gambaran strategi yang dapat diambil dalam pemanfaatan digitalisasi untuk prospek destinasi wisata yang lebih baik.Sasaran dari pelatihan ini peserta mengetahui dan memahami tahapan pengembangan pemasaran digital serta mengetahui dan memahami pentingnya fotografi dan bahasa yang efektif dalam pemasaran digital.
Harapan narasumber agar peserta pulang bisa mempromosikan desanya masing – masing ataupun produknya serta mengamalkan ilmunya sehingga desa wisata atau produk yang ditawarkan bisa terkenal, viral dan banyak pengunjung.(dum)
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

