Kabupaten Nagekeo, Selain mengunjungi obyek wisata alam dan budaya salah satu daya tarik wisata yang berpotensial menarik minta wisatawan yakni wisata religi. Dewasa ini daya tarik wisata religi menjadi pilihan atau kebutuhan untuk berwisata. Gua Maria adalah salah satu lokasi wisata religi yang banyak jadi pilihan untuk napak tilas rohani umat katolik.
Saat ini Kabupaten Nagekeo memiliki satu obyek wisata rohani baru Taman Doa Gua Maria Gaudalupe yang terletak di Dusun Perenganting diresmikan oleh Yang Mulia Uskup Agung Ende Mgr. Paulus Budi Kleden pada 23 Oktober 2024 lalu di Desa Nggolonio, Kecamatan Aesesa. Upacara peresmian ini dihadiri oleh ratusan umat Katholik Paroki Bekek. Uskup Agung Ende dalam homilinya berharap semoga taman doa tersebut bisa dikenal dan diketahui umat Katolik secara luas sehingga dapat berkunjung untuk berziarah.

Dengan adanya taman Doa Gua Maria Gaudalupe dapat menguatkan iman dan keyakinan umat Katholik akan kehadiran Bunda Maria yang senantiasa hadir di tengah kita.Taman Doa Gua Maria Gaudalupe ini berlokasi di Bukit Lepa Depu tepat di belakang Kapela Stasi Perenganting, Paroki Bekek. Selain gua Maria di kawasan sekitar Taman Doa terdapat salib besar yang berada di puncak bukit.
Taman Doa ini yang dibangun sejak bulan Mei 2024 ini letaknya sangat strategis berada di atas bukit menghadap ke Kampung Peringatin dengan view laut Flores yang memanjakan mata. Dengan menempuh jarak kurang lebih 20 kilometer arah barat dari Mbay, Ibukota Kabupaten Nagekeo dan lama perjalanan kira – kira 30 menit peziarah sampai pada Taman Doa Gua Maria Gaudalupe.

Pemandangan alam yang disajikan sepanjang perjalan sangat menarik berupa hamparan persawahan seluas ratusan hektar, barisan bukit – bukit dengan berbagai bentuk yang unik serta panorama pesisir pantai yang menyejukkan menyajikan suasana perjalanan wisata yang kompleks.
Sebagai daya tarik baru tentunya obyek tersebut masih jauh dari sempurna dengan penyajian alam dan sekitar yang masih natural tentunya memerlukan campur tangan pemerintah dan masyarakat guna meningkatkan sarana dan prasarana penunjang sekitar obyek agar berkembang menjadi daya tarik yang bernilai jual dan berdaya saing.
Ide dan gagasan awal pembangunan ini bermula lahir dari impian dan niat keluarga yang ingin membangun taman doa sebagai salah satu prasarana untuk meningkatkan iman dan ketakwaan umat katolik.

Ludovikus Wanggol tokoh masyarakat Nggolonio sekaligus keluarga penggagas pembangunan Gua tersebut menyampaikan bahwa pembangunan Gua Maria Gaudalupe Peringatin bermula dari impian keluarga atas refleksi perjalanan iman semasa hidup yang mana senantiasa mengandalkan Tuhan dan selalu diberkati Bunda Maria.
Niat baik ini kemudian disampaikan kepada Uskup Agung Ende Almarhum Mgr. Sensi Potokota, Pr, pada 2022 silam. Pembangunan baru bisa dilaksanakan pada bulan Mei 2024 lalu.
Dengan diresmikannya Taman Doa Gua Maria Gaudalupe oleh Uskup Agung Ende, maka dengan sendirinya lokasi tersebut menjadi obyek wisata religi umat Katholik baru di Nagekeo. Taman Doa Maria Gaudalupe merupakan obyek wisata kedua setelah Gua Maria Lena, Paroki, Ndora, Kecamatan Nangaroro yang juga merupakan aset Keuskupan Agung Ende.
“Hari ini kita mendapatkan potensi daya tarik wisata baru yaitu wisata rohani, kita bersyukur karena dengan diresmikannya Taman Doa Gua Maria Gaudalupe maka kita mendapatkan satu destinasi wisata baru” ungkap Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Nagekeo Silvester Teda Sada.
Mulai saat ini Silvester mengatakan bahwa tugas Dinas Pariwisata yaitu memperkenalkan potensi wisata ini ke publik agar lebih dikenal luas oleh masyarakat baik di Kabupaten Nagekeo maupun luar daerah untuk bisa berziarah ke Peringatin.
“Selain sebagaii taman doa tempat umat Katholik berdoa, ini juga bisa dinikmati oleh semua orang, karena di kawasan pesisir Utara Nggolonio ini ada beberapa obyek wisata yang bisa sekaligus kita nikmati yang tentu saja punya sensasi tersendiri bagi siapa saja yang datang ke sini” ujarnya.

Selain promosi potensi wisata rohani, Dinas Pariwisata ke depannya akan memberikan dukungan berupa intervensi alokasi anggaran guna menata kawasan taman doa serta dukungan biaya pembangunan sarana infrastruktur pendukung.
Dinas Pariwisata dalam perencanaannya akan membangun area parkir kendaraan baik roda dua maupun kendaraan roda empat bagi peziarah yang ditata secara baik sehingga semua kendaraan pengunjung bisa dijamin keamanannya. “Di sini lokasi ini dan sekitarnya juga belum tersedia sarana MCK, ini sudah ada dalam rencana kami dan punya skema tersendiri, apakah kita bangun atau swadaya oleh masyarakat” katanya. (*)

